Pusat Info Dunia Maya

SEMOGA BERMANFAAT

  • Teknologi dalam sepak bola

    Microchip berukuran hanya sebesar kurang dari setengah inch (15 milimeter) akan ditanam di dalam bola yang kemudian akan memancarkan sinyal radio saat bola melampaui garis gawang. Sinyal tersebut akan ditangkap 12 antena yang ditempatkan di pojok-pojok lapangan yang kemudian dikirimkan kembali ke penangkap sinyal yang ada di tangan wasit dalam waktu kurang dari satu detik. Wasit hanya menggunakan teknologi ini bila ia merasa ragu untuk mengambil sebuah keputusan bila ada kontroversi tentang terjadi tidaknya sebuah gol. Bila bola melewati garis gawang, petunjuk di tangan wasit akan menunjukkan kata “Gol!” yang kemudian terekam oleh teknologi ini......

  • Purebloggers Jejaring Sosial Untuk Pecinta Blogger

    Jejaring sosial dari waktu ke waktu terus bermunculan. Ada yang muncul bertahan lama, tetapi ada yang muncul kemudian tenggelam lagi. Satu lagi jejaring sosial baru hadir, jejaring sosial ini menurut pembuatnya dikhususkan untuk blogger tetapi pada kenyataannya siapa saja boleh mendaftar. Jejaring sosial ini diberi nama Purebloggers.....

  • TUKERAN LINK OTOMATIS

    Dengan bertukar link kita bisa saling berbagi dan juga bisa menaikan trafik blog dan membuat blog/web anda terkenal. Tunggu apa lagi langsung saja masuk. Mari kita buat jalinan silahturahmi antara kita. ...

  • 10 Konsep Ponsel Yang Keren dan Unik

    ponsel ini katanya terbuat dari jerami alias rumput kering. Hmm, walaupun konsepnya “recycling” atau dapat diperbaharui kembali, dan ramah lingkungan. Namun sepertinya ponsel ini tidak praktis, karena mungkin tidak akan bertahan lama karena faktor kondisi bahan material penyusunnya. Anyway, ide back to nature pada ponsel ini didesain oleh je-hyun kim......

Ada kesalahan di dalam gadget ini
Posted by surya adhitama 0 komentar

  


     Siapa kira, ternyata letusan Merapi, letusan Bromo, dan luapan lumpur Lapindo memiliki keterkaitan satu sama lain.

Berdasarkan dugaan dari Badan Penanggulangan Luapan Lumpur Sidoarjo (BPLS), ternyata ada hubungannya antara aktivitas vulkanik pegunungan tersebut dengan luapan lumpur Lapindo.

Deputi Operasional BPLS Sofyan Hadi mengatakan, jika besar kemungkinan jika luapan lumpur Lapindo itu berhubungan dengan aktivitas vulkanik gunung di Indonesia. Sebagai contoh misalnya, pada 18 November lalu, BPLS menemukan adanya semburan baru di pusat semburan. Jika awalnya hanya ada satu semburan di pusat semburan, namun pada 18 November sore, BPLS menemukan tiga grup semburan baru.

Saat itu, Sofyan menanyakan kepada Badan Geologi, apakah ada peningkatan aktivitas vulkanik di Bromo, Welirang, Kelud dan kompleks pegunungan Ajurna?
“Kenyataannya tak lama kemudian Bromo mengalami erupsi,” kata Sofyan Hadi di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Apalagi jarak antara gunung aktif dengan Lapindo hanya berjarak 15 kilometer.

Bukti lain yang mengindikasikan adanya hubungan antara Lapindo dengan aktivitas vulkanik adalah ditemukannya gas helium di pusat semburan. Pada Februari lalu, Sofyan Hadi sempat ke pusat semburan untuk sampling gas. Ternyata setelah diujikan di Itali, terdapat kandungan gas helium dalam jumlah yang cukup banyak.

“Ini hanya bisa terjadi jika berhubungan dengan sistem magma bumi,” kata Sofyan.

Bukti lain yang disodorkan oleh Sofyan, adalah soal jumlah material yang dikeluarkan oleh semburan lumpur Lapindo. Berdasarkan perkiraan BPLS, hingga empat tahun ini luapan lumpur Lapindo telah mengeluarkan 144 juta meter kubik material. Jumlah ini hampir setara dengan material erupsi hebat Merapi yang menjadi 100 juta meter kubik.

Pada saat puncaknya, luapan lumpur Lapindo ini mengeluarkan 100 ribu meter kubik material. Kata Sofyan, 100 ribu meter kubik per hari setara dengan sejuta barel. “Nah sejuta barel sama dengan jumlah minyak yang diproduksi Indonesia dari 2300 sumur,” ujarnya.

Dugaan jika aktivitas luapan lumpur Lapindo berkaitan dengan aktivitas tektonik ini, kata Sofyan, bisa dipelajari peta Belanda keluaran tahun 1938 yang menyebutkan situs mud volcano sebelah selatan Bandara Juanda Surabaya. Atau bahkan dalam kitab-kitab kuno seperti Pararaton, Negara Kertagama, di situ disebutkan tentang peta mud volcano.

“Dari kitab-kitab itu terbukti jika kita mempunyai sejarah mud volcano yang cukup panjang,” kata Sofyan.

Oleh sebab itu, yang paling penting adalah antisipasi untuk menghadapi bencana tersebut. BPLS sendiri menyatakan sudah mempunyai roadmap untuk 30 tahun mengatasi bencana luapan lumpur Lapindo. Umur 30 tahun itu berdasarkan perhitungan pakar geologi jika luapan lumpur Lapindo akan berhenti setelah masa itu.

sumber :http://news.okezone.com

Categories:

0 Responses

Posting Komentar

Jangan lupaa klik !!

TUKERAN LINK OTOMATIS

klik

Free Automatic Backlink Free Automatic Backlink Free Automatic Backlink Free Automatic Backlink Free Automatic Backlink Free Automatic Backlink

Berikan Tanggapn Anda

Berlangganan Artikel Gratis

Berlangganan artikel secara gratis.Masukkan alamat email Anda, kemudian verifikasi pada kotak masuk email